RENCANA STRATEGIS UMSURABAYA

Rencana-Strategis-2013-2017-SIAP

4 RENCANA STRATEGIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2013-2017

 

Morality Intellectuality Entrepreneurship

 

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Jalan Sutorejo 59 Surabaya Telp. 031-3811966 Fax. 031-3813096 http://www.um-surabaya.ac.id DAFTAR ISI

 

 

Sambutan Rektor

Daftar Isi

 

PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………. 3

Latar belakang ……………………………………………………………………………….. 3

Visi ………………………………………………………………………………………………. 5

Misi …………………………………………………………………………………………….. 5

Tujuan ………………………………………………………………………………………….. 6

Sasaran ………………………………………………………………………………………… 6

Metode Penyusunan ……………………………………………………………………….. 7

 

ANALISIS SWOT ………………………………………………………………………………….. 9

Situasi Internal ………………………………………………………………………………. 9

Situasi Eksternal ……………………………………………………………………………. 12

 

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI ……………………………………………………………. 15

 

INDIKATOR PENCAPAIAN SASARAN MENJADI UNIVERSITAS YANG

UNGGUL ……………………………………………………………………………………………….. 19

 

PENUTUP ………………………………………………………………………………………………. 27

 

 

 

 

 

 

1 PENDAHULUAN

 

Rencana strategis perguruan tinggi adalah salah satu komponen penting dalam sebuah satuan kerja perguruan tinggi yang menerapkan pola pengelolaan organisasi. Rencana strategis Universitas Muhammadiyah Surabaya 2013-2017 ini telah disesuaikan pula dengan Rencana Strategis Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan peraturan tentang pendidikan tinggi di Muhammadiyah.

 

Latar Belakang

Universitas Muhammadiyah Surabaya pada awalnya adalah terdiri atas beberapa lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada. Lembaga-lembaga tersebut adalah Fakultas

Ilmu Agama Jurusan Da’wah (FIAD) yang berdiri sejak 15 September 1964, Fakultas Tarbiyah Surabaya berdiri tahun 1975, IKIP Muhammadiyah Surabaya berdiri tahun

1980, Fakultas Syari’ah Surabaya berdiri tahun 1982, dan Institut Teknologi Muhammadiyah Surabaya berdiri tahun 1983.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0141/0/1984, IKIP Muhammadiyah Surabaya, Institut Teknologi Muhammadiyah Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Gresik digabung menjadi

satu dengan nama “UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA” yang selanjutnya disingkat menjadi UMSurabaya. Seluruh jurusan yang ada di ketiga lembaga tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0142/0/1984 di atas mendapat status terdaftar.

Semula UMSurabaya terdiri atas tiga fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebagai bentuk baru dari IKIP Muhammadiyah Surabaya, Fakultas Teknik sebagai bentuk baru dari Institut Teknologi Muhammadiyah Surabaya, dan Fakultas

Ekonomi sebagai bentuk baru dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik.

Pada tahun 1985, berdasar Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

Jawa Timur Nomor: Kep/003-V/1985, Fakultas Da’wah (FIAD), Fakultas Tarbiyah, dan

Fakultas Syari’ah berinduk ke UMSurabaya, dan ketiganya tergabung dalam Fakultas Agama Islam (FAI).

Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga medis, khususnya program Ahli Madya Kesehatan, maka pada tahun 1992 Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pembina Kesehatan melalui Surat Nomor: IV.B/4.a/220/1992 tanggal 14 Desember 1992 mengajukan Permohonan Pendirian Pendidikan Ahli Madya Kesehatan di lingkungan Muhammadiyah/Aisyiyah kepada Sekretaris Jendral Departemen Kesehatan Republik Indonesoa. UMSurabaya termasuk salah satu yang diplot untuk membuka program pendidikan dimaksud. Berdasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: Hk.00.06.1.1.3331 tanggal 8 September 1993 secara resmi berdiri AKADEMI KEPERAWATAN (AKPER) di lingkungan UMSurabaya.

Sejak 2001 dibuka Fakultas Hukum dengan Jurusan Ilmu Hukum (S1) dan Akademi Analis Kesehatan (D3). Untuk kepentingan efisiensi dalam pengelolaan, mulai 2005 Akademi Keperawatan dan Akademi Analis Kesehatan yang selama ini masih berdiri sendiri, digabung dalam satu fakultas yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).

Mengingat semakin tingginya peminat untuk belajar di program studi bidang kesehatan, mulai 2006 UMSurabaya membuka dua program studi baru bidang kesehatan, yakni (1) Program Studi Keperawatan untuk jenjang strata satu (S1) dan (2) Program Studi Kebidanan untuk jenjang diploma tiga (D3).

Tahun 2013, UMSurabaya telah mengalami perkembangan, hingga saat ini telah memiliki enam fakultas dengan 22 program studi dan program pascasarjana yang terdiri atas dua program studi. Berikut disajikan daftar nama program studi beserta status akreditasinya.

Tabel 1. Status Akreditasi Program Studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya

No Program Studi Status

Akreditasi

BAN-PT

No. SK Akreditasi
1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Pendidikan Matematika (S1) B 018/BAN-PT/Ak-XI/SI/VIII/2008
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) B 030/BAN-PT/Ak-XI/SI/XII/2007
Pendidikan Bahasa Inggris (S1) B 038/BAN-PT/Ak-XII/SI/XII/2009
Pendidikan Biologi (S1) B 040/BAN-PT/Ak-XII/SI/IV/2009
Pendidikan Guru PAUD (S1) Proses (program studi baru)
2 FAKULTAS AGAMA ISLAM
Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) (S1) B 017/BAN-PT/Ak-XI/SI/VIII/2008
Ahwal Al Syakhsiyyah (Syariah) (S1) B 042
Perbandingan Agama (Usuludin) (S1) C 042
3 FAKULTAS EKONOMI
Manajemen (S1) C 026/BAN-PT/Ak-V/XI/2002
Akuntansi (S1) C 008/BAN-PT/Ak-IV/V/2000
4 FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Kebidanan (D3) C 004
Keperawatan (D3) B 021/BAN-PT/Ak-IX/Dpl-

III/IX/2009

Analis Kesehatan (D3) C 017/BAN-PT/Ak-IX/Dpl-

III/VIII/2009

Keperawatan (S1) C 026/BAN-PT/Ak-XII/SI/IX/2009
Psikologi (S1) C 003/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/I/2013

Profesi Ners
5 FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum (S1) C 026
6 FAKULTAS TEKNIK
Teknik Mesin (S1) C 030/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/I/2013

Teknik Elektro (S1) C 030/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/I/2013

Teknik Arsitektur (S1) C 030/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/I/2013

Teknik Sipil (S1) C 044/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/II/2013

Teknik Perkapalan (S1) C 030/SK/BAN-PT/Ak-

XV/S/I/2013

Teknik Komputer (D3) C 001/SK/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-

III/I/2013

7 PROGRAM PASCASARJANA
Pendidikan Agama Islam (S2) B 008
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2) B 054/SK/BAN-PT/Ak-

X/M/II/2013

 

Dalam rangka mengukuhkan partisipasi UMSurabaya untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang pendidikan tinggi, maka pada tahun 2013 telah disusun visi, misi, dan tujuan UMSurabaya.

 

Visi UMSurabaya

UMSurabaya sebagai universitas yang unggul di bidang intelektualitas, moralitas,dan berjiwa entrepreneur

 

Misi UMSurabaya

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama.
  2. Menyelenggarakan pembinaan sivitas akademika dalam kehidupan yang islami.
  3. Mengembangkan potensi kecakapan hidup pada sivitas akademika.
  4. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan prinsip good governance.

 

Tujuan UMSurabaya

  1. Menghasilkan lulusan yang beriman, berakhlaq, memiliki kompetensi serta profesionalisme di bidangnya sesuai kebutuhan stakeholders.
  2. Mewujudkan sivitas akademika yang menjadi teladan melalui dakwah Islam melalui amar makruf nahi munkar.
  3. Mengembangkan jiwa entrepreneur pada sivitas akademika.
  4. Mewujudkan pengelolaan universitas yang terencana, terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun rencana strategis dalam empat tahap/fase, diantaranya tahap pertumbuhan (tahun 2013-2017), tahap pengembangan (tahun 2018-2022), Tahap Unggulan Nasional (tahun 2023-2027), dan tahap unggulan Asia Tenggara (tahun 2028-2033). Tahapan tersebut disusun dalam mempersiapkan UMSurabaya menjadi universitas yang unggul di bidang intelektualitas, moralitas dan berjiwa entrepreneur. Rencana strategis ini merupakan rencana strategis pada tahap tahap pertumbuhan (2013-2017), dengan sasaran strategis sebagaimana penjabaran berikut ini:

 

Sasaran:

Untuk mencapai tujuan UMSurabaya, sasaran yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Tercapainya mutu dan kompetensi lulusan.
  2. Tercapainya peningkatan mutu kelembagaan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  3. Tercapainya peningkatan kerja sama dalam dan luar negeri.
  4. Tercapainya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia.
  5. Tercapainya peran UMSurabaya dalam mewujudkan sivitas akademika yang dapat menjadi teladan dalam rangka melaksanakan dakwah Islam melalui persyarikatan Muhammadiyah.
  6. Tercapainya pembentukan unit usaha baru yang berasal dari hasil penelitian dan pemikiran kampus yang didukung jiwa entrepreneur.
  7. Tercapainya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana serta tersusunnya laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
  8. Tercapainya peningkatan mutu tata kelola (good governance) dalam sistem manajemen.

 

Metode Penyusunan

Perencanaan strategis merupakan perencanaan jangka menengah terdiri atas pernyataan visi dan misi yang dijabarkan ke dalam tujuan, sasaran tahunan, kebijakan dan program, serta dilengkapi dengan tolok ukur kinerja hasil (indikator kinerja) yang diharapkan akan dicapai oleh organisasi. Sejak berdirinya pada 1982, UMSurabaya telah mengalami 5 (lima) kali pergantian kepemimpinan, antara lain sebagai berikut:

  1. Periode I (pertama) pada tahun 1984 s.d. tahun 1987
  2. Periode II (kedua) pada tahun 1987 s.d. tahun 1997
  3. Periode III (ketiga) pada tahun 1997 s.d. tahun 2003
  4. Periode IV (keempat) pada tahun 2003 s.d. tahun 2012
  5. Periode V (kelima) pada tahun 2013 s.d. tahun 2017

Perencanaan strategis periode 2001 s.d. 2010 disusun pada periode kepemimpinan ketiga (III). Pada periode kepemimpinan keempat (IV) telah disusun Draft Rencana Strategi tahun 2012/2016 dan belum sempat dibicarakan di forum Senat Universitas. Pada periode kepemimpinan kelima (V) disusun Rencana Strategi 2013/2017, dan telah disahkan oleh Senat Universitas pada tanggal 22 Juli 2013.

Selengkapnya penyusunan rencana strategi Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2013/2017, dapat dicermati dalam gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengacu pada flowchart di atas, maka tahapan dalam penyusunan strategis adalah sebagai berikut. Mengkaji terlebih dahulu tugas pokok dan fungsi UMSurabaya, yang dilanjutkan dengan menganalisis visi, misi, tujuan dan sasaran, yang akan dijadikan sebagai dasar dalam perencanaan program dan kegiatan. Tahap berikutnya adalah melakukan analisis situasi dan kondisi dengan melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal. Dalam melakukan analisis internal dan eksternal digunakan analisis SWOT. Setelah analisis internal dan eksternal langkah selanjutnya adalah merumuskan isu strategis yang perlu dikembangkan oleh UMSurabaya yang kemudian dilanjutkan dengan menyusun pengembangan strategis terhadap isu strategis yang teridentifikasi kemudian dijadikan dasar dalam menyusun program dan kegiatan tahun 2013/2017.

 

2

ANALISIS SWOT

 

Dalam evaluasi diri, analisis situasi dikelompokkan menjadi dua, yakni situasi internal dan eksternal. Analisis situasi internal dikaji kekuatan dan kelemahan, sedangkan untuk analisis situasi eksternal untuk melihat peluang dan tantangan. Dalam menyusun analisis SWOT UMSurabaya menggunakan indikator kepemimpinan (leadership), relevansi pendidikan, atmosfir akademik (academic atmosfir), manajemen internal (internal management), sustainabilitas (sustainability), serta efisiensi dan produktivitas.

 

Situasi Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

 

Kepemimpinan (leadership)

Kekuatan

Komitmen UMSurabaya dalam berbagai bidang sangat tinggi. Berbagai kebijakan dirumuskan untuk menjadi dasar penyusunan program selama lima tahun. Program tersebut disusun dengan mengedepankan prioritas pada pengembangan bidang akademik, sumber daya insani, sarana prasarana, keuangan, serta sistem informasi dan penguatan networking.

 

Kelemahan

Kemampuan UMSurabaya untuk membangun organisasi yang sehat dan manajemen bersih dan transparan belum optimal. Kondisi tersebut tampak dalam beberapa hal, diantaranya efisiensi dan efektivitas pengelolaan UMSurabaya belum tercapai, pengaturan beban kerja yang kurang spesifik, dosen yang dilibatkan dalam aktivitas administratif akhirnya tidak dapat berkonsentrasi pada tugas utamanya, yakni Tri Darma Perguruan Tinggi.

 

 

 

 

 

Relevansi Pendidikan

Kekuatan

  1. Memiliki enam (6) fakultas yang terdiri atas 22 program studi dan program pascasarjana yang terdiri atas dua (2) program studi, yang mampu mengakomodasi variasi kebutuhan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan tinggi.
  2. Data lima tahun terakhir menunjukkan jumlah lulusan rata-rata per tahun 800 orang per tahun dari berbagai program studi, dengan angka efisiensi edukatif (AEE) meningkat, indeks prestasi komulatif >3,00 (60%), lama studi rata-rata 4 tahun (90 %). Hal ini memungkinkan lulusan UMSurabaya dapat bersaing memasuki pasar kerja yang cukup tinggi dan variatif.
  3. Jumlah dosen dengan pendidikan S1 sebesar 30%, pendidikan S2 sebesar 60,6%, dan pendidikan S3 sebesar 7,3% dari berbagai bidang ilmu.
  4. UMSurabaya memberi kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat dengan memberikan pilihan seleksi masuk, memberikan beasiswa, serta menerima kurang lebih 1000 mahasiswa per tahun.
  5. Peningkatan jumlah koleksi pustaka per tahun, adanya digital library, laser, ICT, dan multimedia yang memberikan kemudahan informasi segenap mahasiswa dan dosen maupun komunitas luar kampus.

 

Kelemahan

  1. Jumlah dosen yang berpendidikan S3 sebesar 7,3%.
  2. Jumlah dana yang kurang.
  3. Kurikulum belum berorientasi dunia kerja.
  4. Jumlah lulusan yang bekerja di luar bidang studinya belum terdata dengan baik.
  5. Perkembangan yang terjadi di masyarakat tidak dapat segera diikuti oleh perubahan kurikulum.

 

Atmosfir Akademik (Academic Atmosfir)

Kekuatan

  1. Semakin meningkatnya kualitas dosen baik dalam pencapaian gelar jabatan fungsional akademik yang dibuktikan dengan semakin banyaknya dosen yang bersertifikasi pendidik.
  2. Adanya program hibah kompetensi yang diperoleh dan digunakan bagi upaya perbaikan proses belajar mengajar dan inovasi pembelajaran.
  3. Adanya kerja sama dalam negeri dan luar negeri dalam proses atmosfir akademik telah ditindaklanjuti oleh fakultas dan program studi.
  4. Beberapa penelitian dilakukan dengan kualitas yang tinggi berpeluang memiliki nilai tawar standar dalam kerja sama penelitian.

 

Kelemahan

  1. Jumlah perolehan paten, publikasi ilmiah, dan tulisan dalam bentuk buku masih sangat rendah.
  2. Rendahnya relevansi antara kegiatan pendidikan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi penyebab lemahnya efektivitas pembelajaran mahasiswa.
  3. Indeks prestasi kumulatif lulusan yang relatif tinggi namun tidak selalu selaras dengan masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan.

 

Manajemen Internal (Internal Management)

Kekuatan

  1. Penyusunan rencana anggaran dilakukan dengan mekanisme rapat kerja tiga bulan sebelum pelaksanaan yang melibatkan pimpinan Universitas Muhammadiyah Surabaya dan pimpinan fakultas serta beberapa unit kerja.
  2. Ada mekanisme pengajuan anggaran untuk program studi/laboratorium dalam rangka pengadaan alat-alat dan perbaikan laboratorium.
  3. Pembagian dana antara rektorat dan fakultas diatur secara tertulis dan jelas.
  4. Informasi tentang penerimaan keuangan dan penerimaan mahasiswa saat daftar ulang dapat diakses secara online.
  5. Adanya penghargaan bagi penerbitan bahan ajar dan publikasi ilmiah di jurnal internasional
  6. Rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan mengacu pada kebutuhan berdasarkan rasio dosen-mahasiswa, dan melalui panitia seleksi di tingkat universitas.

 

 

 

 

 

Kelemahan

  1. Perencanaan belum mengacu pada kebutuhan riil, tetapi masih lebih didasarkan kepada pagu anggaran tahun sebelumnya dengan beberapa penyesuaian untuk tahun yang berbeda.
  2. Belum ada mekanisme monitoring dan evaluasi internal yang berkelanjutan dalam pengadaan, penggunaan dan pelaksanaan anggaran di lapangan.
  3. Sistem keuangan belum berorientasi pada output dan outcome tetapi masih berorientasi pada input dan proses sehingga tujuan dari setiap kegiatan dalam perencanaan terabaikan.
  4. Pelaksanaan anggaran dengan perencanaannya belum tersentralisasi. Hal ini menyebabkan perencanaan dan pelaksanaan berjalan terpisah.
  5. Rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan masih belum tersistem sesuai dengan kebutuhan.
  6. Rendahnya kapasitas tenaga administrasi dalam mendukung kinerja organisasi.
  7. Manajemen sumber daya manusia kurang dapat membangun efektivitas dan efisiensi.
  8. Rendahnya kemampuan fakultas dalam mengembangkan kapasitas perencanaan berbasis kinerja.

 

Sustainabilitas (Sustainability)

Kekuatan

UMSurabaya memiliki unit-unit dan aset yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai unit penghasil tambahan dana bagi kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi.

 

Kelemahan

  1. Pemanfaatan aset UMSurabaya untuk mendanai kegiatan pendidikan belum optimal.
  2. Kesadaran dan dukungan terhadap pentingnya pengelolaan aset di lingkungan dosen dan karyawan masih rendah.
  3. Kemampuan pengelolaan aset masih rendah.

 

 

 

Efisiensi dan Produktivitas

Kekuatan

Pusat Penjaminan Mutu terus berupaya agar penggunaan dana dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

 

Kelemahan

  1. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan belum berupaya maksimal meningkatkan mutu dosen dan pengembangan model pembelajaran agar berdampak pada mutu lulusan, efisiensi dan produktivitas lulusan.
  2. Resource sharing secara maksimal pada beberapa kegiatan, seperti saling memanfaatkan dosen dan beberapa laboratorium antarfakultas dalam rangka efisiensi penggunaan laboratorium dan ruang kuliah belum terjadi.

 

Situasi Eksternal (Peluang dan Ancaman)

 

Peluang

  1. Penawaran kerja sama dari dalam dan luar negeri yang cukup besar dalam kerangka networking, benchmarking, double degree, dan berbagai skema kerjasama lain.
  2. Sumber daya manusia dan sumber dana dari dalam dan luar negeri belum banyak digali untuk dimanfaatkan secara maksimal.
  3. Demografi, geografi dan potensi daerah Kota Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia Timur cukup besar untuk bersinergi dalam pengembangan daerah.
  4. Akses informasi yang tanpa batas dan semakin mudah dijangkau seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
  5. Lembaga donor dan riset lokal, regional dan internasional dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pendidikan dan riset.
  6. Reformasi perguruan tinggi dalam kebijakan anggaran berbasis kinerja memberikan peluang untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain.
  7. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dapat menjadikan UMSurabaya lebih profesional.

 

 

 

Ancaman

  1. Tuntutan pemerintah bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui increase workplace productivity berpeluang untuk bersaing tidak sehat antar perguruan tinggi.
  2. Tuntutan masyarakat atau dunia usaha akan lulusan dan produk teknologi yang tinggi melalui komersialisasi riset.
  3. Semakin banyak perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri yang tumbuh dan mengembangkan program studi yang kompetitif.
  4. Persaingan kerja lulusan semakin ketat.
  5. Globalisasi dan perdagangan bebas sangat membutuhkan kreativitas UMSurabaya untuk meningkatkan nilai jualnya di pasar bebas.

 

 

 

 

 

3

TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI

 

 

Dalam mempertimbangkan hasil analisis dan kajian dari berbagai stakeholders dan untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan, perlu disusun program dan kebijakan strategis. Pencapaian sasaran dapat dilihat dalam lampiran, sedangkan target–target diuraikan dalam dokumen rencana operasional.

 

Untuk mencapai tujuan menjadi universitas yang unggul di bidang intelektualitas moralitas, dan berjiwa entrepreneur, telah ditetapkan tujuan, sasaran dan strategi, diantaranya:

 

3.1 Tujuan 1: Menghasilkan lulusan yang beriman, berakhlaq, memiliki kompetensi seta profesionalisme di bidangnya sesuai kebutuhan stakeholders Sasaran :

1. Tercapainya mutu dan kompetensi lulusan.

Strategi :

        1. Peningkatan mutu lulusan, serta menerapkan penjaminan mutu dalam proses belajar mengajar, dengan kebijakan mengutamakan kualitas pendidikan akademik dan kecakapan hidup serta penyebaran informasi yang mudah diakses mahasiswa.
        2. Pengembangan metode dan proses pembelajaran serta penguatan kecakapan hidup melalui kegiatan kemahasiswaan.
        3. Peningkatan kompetensi lulusan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing, pemanfaatan teknologi informasi, serta kemahiran dalam penggunaan komputer melalui berbagai pelatihan.
        4. Peningkatan persentase jumlah mahasiswa program studi dengan kebijakan penataan prioritas melalui perekrutan mahasiswa bermutu.
        5. Penyempurnaan sistem tata kelola peningkatan mutu proses pembelajaran.
        6. Peningkatan dan penjaminan mutu kurikulum dan silabus secara berkelanjutan untuk memenuhi dan melampaui standar mutu dengan kebijakan secara bertahap yakni semua program studi harus memulai melakukan benchmarking sesuai dengan kemampuan, melakukan evaluasi diri serta merencanakan program dengan keunggulan lokal.

 

 

2. Tercapainya peningkatan mutu kelembagaan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Strategi :

        1. Peningkatan mutu sumber daya manusia, sarana prasarana, dan manajemen mutu secara terpadu.
        2. Pengembangan joint program dengan perguruan tinggi luar negeri yang bermutu melalui kebijakan penjajagan pada semua program studi dengan memfasilitasi, memonitor, mengevaluasi, dan mengarahkan.
        3. Kebijakan peningkatan mutu penelitian mengutamakan penyelesaian permasalahan bangsa dan mendorong penelitian kerja sama, melalui penguatan kapasitas kelembagaan lembaga penelitian dan pusat studi.
        4. Peningkatan mutu pengabdian masyarakat difokuskan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat dengan meningkatkan kepedulian dan pemberdayaan masyarakat.
        5. Penyusunan road map pengajuan akreditasi sesuai kondisi fakultas dengan penahapan mulai dari identifikasi kemampuan untuk melakukan akreditasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
        6. Percepatan pertumbuhan penelitian multidisiplin dalam cluster dan peningkatan perlindungan hak kekayaan intelektual dengan kebijakan meningkatkan keterlibatan peneliti.
        7. Pemberian dukungan finansial dan nonfinansial untuk penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi.

3. Tercapainya peningkatan kerja sama dalam dan luar negeri Strategi:

        1. Peningkatan fasilitas jejaring dan kerjasama dengan kebijakan pengembangan secara menyeluruh kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, tata kelola, pendataan, pemantauan serta pendanaan untuk program pendampingan.
        2. Peningkatan jumlah dan mutu kerja sama yang memproritaskan posisi strategis UMSurabaya.

4. Tercapainya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia.

Strategi:

        1. Peningkatan kemampuan profesionalitas dari dosen dan tenaga kependidikan.
        2. Peningkatan kapabilitas dari dari dosen dan tenaga kependidikan.

 

 

    1. Tujuan 2: Mewujudkan sivitas akademika yang dapat menjadi teladan dalam rangka melaksanakan dakwah Islam melalui amar makruf nahi munkar.

Sasaran :

Tercapainya peran UMSurabaya dalam mewujudkan sivitas akademika yang dapat menjadi teladan dalam rangka melaksanakan dakwah Islam melalui persyarikatan Muhamadiyah.

Strategi:

Strategi untuk mencapai sasaran ini dilakukan melalui Peningkatan penerapan pedoman hidup islami bagi sivitas akademika UMSurabaya.

 

    1. Tujuan 3: Mengembangkan jiwa entrepreneur pada sivitas akademika.

Sasaran :

Tercapainya Pembentukan Unit Usaha Baru yang Berasal dari Hasil Penelitian dan

Pemikiran Kampus yang Didukung Jiwa Entrepreneur Strategi:

Strategi untuk mencapai sasaran ini dilakukan melalui cara sebagai berikut:

      1. Pengelolaan unit usaha yang dibentuk secara profesional sehingga dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
      2. Peningkatan jiwa entrepreneur dan pembentukan unit usaha baru di kalangan mahasiswa

3.4 Tujuan 4: Mewujudkan pengelolaan universitas yang terencana, terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan Sasaran :

1. Tercapainya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana serta tersusunnya laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Strategi:

        1. Pengembangan mutu sarana dan prasarana yang berkonsep modern dan islami.
        2. Penyusunan sistem akuntansi yang dapat dipakai sebagai standar yang berlaku pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
        3. Rekomendasi tim audit internal dan eksternal harus ditindaklanjuti sesuai dengan standar yang berlaku di UMSurabaya.

2. Tercapainya peningkatan mutu tata kelola (good governance) dalam sistem manajemen mutu.

 

Strategi:

        1. Penataan organisasi universitas yang mandiri dengan standar good governance dengan kebijakan implementasi good governance dalam sistem manajemen yang dilaksanakan secara terpadu.
        2. Penyempurnaan sistem informasi keuangan dan manajemen yang terintegrasi dengan kebijakan implementasi good governance dalam sistem manajemen yang dilaksanakan secara terpadu, transparan, dan akuntabel ditunjukkan melalui publikasi laporan tahunan.
        3. Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan operasional universitas, pengawasan internal, pelaporan administrasi, dan keuangan.

 

 

4

INDIKATOR PENCAPAIAN SASARAN MENJADI UNIVERSITAS YANG UNGGUL

 

 

4.1 Sasaran 1: Tercapainya mutu dan kompetensi lulusan.

 

Indikator :

      1. Persentase lulusan yang bekerja sesuai dengan bidang akademik.
      2. Persentase masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan < 6 bulan.
      3. Persentase diploma yang lulus rata-rata masa studi 3 tahun.
      4. Persentase sarjana yang lulus rata-rata masa studi 4 tahun.
      5. Persentase magister yang lulus rata-rata masa studi 2 tahun.
      6. Persentase sarjana/diploma yang lulus dengan IPK > 3,00.
      7. Persentase pascasarjana yang lulus dengan IPK > 3,50.
      8. Persentase angkat drop out.
      9. Persentase lulusan (angka efisiensi edukasi).
      10. Persentase penerapan KBK berdasarkan KKNI pada program studi.
      11. Persentase Program Studi melakukan kuliah tamu/umum tiap semester
      12. Persentase penerapan student-centered learning pada program studi.
      13. Persentase jumlah dosen yang melakukan proses belajar mengajar (PBM) minimal 12-14 kali pertemuan.
      14. Persentase program studi melakukan evaluasi PBM yang dapat diakses secara online.
      15. Persentase lulusan yang memiliki sertifikat kemampuan pemanfaatan komputer dan teknologi informasi (aplikom).
      16. Persentase lulusan yang memiliki nilai TOEFL lebih 450.
      17. Persentase lulusan yang memiliki dua sertifikat kemampuan dasar bahasa asing (Inggris, Arab/Mandarin).
      18. Persentase mahasiswa yang mengikuti kegiatan pelatihan kecakapan hidup.
      19. Persentase keberadaan job placement center di fakultas
      20. Persentase laporan tracer study pada program studi
      21. Persentase buku ajar yang diterbitkan dalam media cetak/elektronik (CD/Ebook).
      22. Persentase buku ajar hasil penelitian
      23. Persentase perolehan hibah penelitian dan pengabdian mahasiswa.
      24. Frekuensi temu alumni per tahun.
      25. Persentase mahasiswa penerima beasiswa.
      26. Jumlah sumber beasiswa/sponsor.
      27. Sistem seleksi masuk bagi mahasiswa baru efektif (pendaftaran online dan test CBT).
      28. Jumlah penerimaan mahasiswa baru.
      29. Persentase jumlah mahasiswa asing (dari luar negeri)
      30. Tingkat keketatan mahasiswa baru
      31. Terbentuknya lembaga donatur untuk mengelola beasiswa mahasiswa.

 

4.2 Sasaran 2 : Tercapainya peningkatan mutu kelembagaan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat

 

Indikator :

      1. Jumlah program studi/fakultas/akademi komunitas baru (Pendidikan Dokter, S1-PGSD, S1-Teknik Informatika).
      2. Jumlah program studi yang terakreditasi B atau A.
      3. Akreditasi Institusi oleh BAN-PT
      4. Akreditasi Internasional
      5. Jumlah jurnal berISSN dan jurnal akreditasi nasional tidak terakreditasi
      6. Jumlah jurnal yang terakreditasi nasional
      7. Jumlah laboratorium yang terakreditasi nasional.
      8. Manajemen biro memperoleh akreditasi ISO 9001-2000.
      9. Jumlah pusat studi/lembaga kajian yang berjalan efektif
      10. Jumlah penelitian dosen (% dari jumlah dosen)
      11. Jumlah penelitian hasil kerja sama (joint research) (% dari jumlah dosen).
      12. Jumlah pengabdian masyarakat dosen (% dari jumlah dosen)
      13. Jumlah penelitian/perolehan paten/hak kekayaan intelektual.
      14. Jumlah publikasi ilmiah (jurnal penelitian) yang terakreditasi nasional (% dari jumlah dosen)
      15. Jumlah publikasi ilmiah (jurnal penelitian) yang terakreditasi international (% dari jumlah dosen)
      16. Jumlah publikasi ilmiah di jurnal nasional tidak terakreditasi (% dari jumlah dosen)
      17. Jumlah publikasi dalam bentuk buku (% dari jumlah dosen)
      18. Jumlah publikasi dalam bentuk proceeding (% dari jumlah dosen)
      19. Jumlah perolehan jenis hibah penelitian (% dari jumlah dosen) 20. Jumlah perolehan jenis hibah pengabdian (% dari jumlah dosen)

21. Jumlah perolehan hibah jenis institusi.

 

4.3 Sasaran 3: Tercapainya peningkatan kerja sama dalam dan luar negeri

 

Indikator:

      1. Jumlah kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan badan/lembaga di dalam negeri
      2. Persentase kepuasan kerja sama dalam negeri kategori puas/ sangat puas
      3. Jumlah kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan badan/lembaga di luar negeri
      4. Persentase kepuasan kerja sama luar negeri negeri kategori puas/ sangat puas
      5. Jumlah keanggotaan aktif institusi dalam organisasi profesi, pendidikan, dan penelitian tingkat nasional
      6. Jumlah keanggotaan aktif institusi dalam organisasi profesi, pendidikan, dan penelitian tingkat /internasional

 

4.4 Sasaran 4: Tercapainya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia

 

Indikator :

      1. Persentase dosen/tenaga kependidikan yang menerapkan proses pembelajaran sesuai Manual Penjaminan Mutu.
      2. Persentase dosen yang mampu aplikom dalam PBM dan e-learning.
      3. Persentase tenaga kependidikan yang bergelar sarjana.
      4. Persentase dosen yang bergelar master.
      5. Persentase dosen yang bergelar doktor.
  1. Persentase dosen yang memiliki jabatan lektor kepala.
  2. Persentase dosen yang bersertifikat pendidik
  3. Persentase dosen yang menjadi anggota profesi/masyarakat ilmiah.
  4. Persentase dosen yang memiliki jabatan guru besar
  5. Persentase dosen yang memperoleh hibah penelitian dari luar negeri
  6. Persentase dosen yang memperoleh hibah penelitian dari luar Institusi
  7. Persentase dosen yang melakukan penelitian dengan biaya mandiri/PT
  8. Persentase dosen yang memperoleh hibah pengabdian masyarakat dari luar negeri
  9. Persentase dosen yang memperoleh hibah pengabdian masyarakat dari luar

Institusi

  1. Persentase dosen yang melakukan pengabdian masyarakat dengan biaya mandiri/PT.
  2. Persentase dosen yang memperoleh/memiliki publikasi nasional.
  3. Persentase dosen yang memperoleh/memiliki publikasi internasional.
  4. Jumlah paten/ hak kekayaan intelektual dan komersialisasi yang dihasilkan (% dari jumlah PS) .
  5. Persentase mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk kuliah kerja nyata.
  6. Persentase mahasiswa yang melaksanakan program kreativitas mahasiswa.
  7. Persentase ketepatan waktu dalam pelayanan pengolahan data.
  8. Indeks kepuasan mahasiswa terhadap seluruh pelayanan akademik
  9. Indeks kepuasan mahasiswa terhadap seluruh pelayanan nonakademik
  10. Indeks kepuasan masyarakat atau alumni terhadap seluruh pelayanan nonakademik
  11. Persentase dosen dan tenaga kependidikan yang mengikuti diklat.
  12. Persentase dosen dalam mengikuti pekerti/AA
  13. Jumlah tenaga kependidikan yang dapat naik pangkat tepat waktu.
  14. Persentase dosen yang memperoleh kinerja baik.
  15. Persentase tenaga kependidikan yang memperoleh kinerja baik.
  16. Persentase dosen dan tenaga kependidikan yang mengikuti diklat.
  17. Adanya jaminan asuransi kesehatan dan hari tua bagi dosen dan karyawan
  18. Standar gaji dari PNS.

 

4.5 Sasaran 5: Tercapainya peran UMSurabaya dalam mewujudkan sivitas akademika yang dapat menjadi teladan dalam rangka melaksanakan dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Indikator :

      1. Persentase sivitas akademika untuk berbusana sopan sesuai dengan syariat Islam.
      2. Persentase sivitas akademika melakukan shalat jamaah ketika azan dikumandangkan
      3. Persentase mahasiswa/dosen yang menghafal dan memahami Al-Quran minimal 1 juzz dan 50-150 matan hadits bagi fakultan non FAI, dan 5 juzz dan 500 Hadits bagi mahasiswa FAI
      4. Persentase kelas yang mengadakan pengajian setiap minggunya.
      5. Persentase sivitas akademika yang tidak merokok di kawasan bebas tanpa merokok.
      6. Pengaturan tempat duduk, adab sebelum dan sesudah perkuliahan sesuai dengan syariat islam
      7. Persentase mahasiswa yang memiliki kemampuan baik dalam ujian AIK

(shalat/khutbah/fikih).

      1. Persentase staf/pimpinan yang memahami dan menerapkan ideologi kepribadian Muhammadiyah.

 

4.6 Sasaran 6: Tercapainya pembentukan unit usaha baru yang berasal dari hasil penelitian dan pemikiran kampus yang didukung jiwa entrepreneur.

 

Indikator :

      1. Persentase dosen dan tenaga kependidikan yang mendapatkan pelatihan entrepreneur.
      2. Persentase mahasiswa yang mendapatkan pelatihan entrepreneur.
      3. Jumlah usaha yang didirikan mahasiswa dan dapat berkelanjutan.
      4. Jumlah usaha yang didirikan oleh universitas/fakultas.
      5. Persentase lulusan yang berwirausaha

 

4.7 Sasaran 7: Tercapainya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana serta tersusunnya laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dalam

Perguruan Tinggi Muhammadiyah

 

Indikator :

      1. Rasio ruang per mahasiswa (rasio ruang kuliah per mahasiswa = 1 meter dan rasio ruang laboratorium per mahasiswa = 9 meter).
      2. Rasio jumlah sarana komputer per mahasiswa = 1 unit per 10 mahasiswa.
      3. Rasio kapasitas bandwith internet 0,5 kbps/mahasiswa.
      4. Persentase pengujung website (meningkat 10% per tahun).
      5. Jumlah berita UMSurabaya di media cetak/elektronik (dalam bulan)
      6. Persentase jumlah laboratorium yang dimiliki program studi.
      7. Persentase laboratorium yang efektif dan bernilai ekonomis 8. Tersusunnya master plan baru dalam kurun waktu 10 tahun.
      8. Tersedianya sistem transportasi dan perparkiran.
      9. Persentase ruangan yang memiliki CCTV.
      10. Tersedianya ruang kuliah, student center, perpustakaan, dan gedung serbaguna.
      11. Berdirinya radio dan berfungsi sebagai media dakwah dan publikasi.
      12. Tersedianya kantin yang representatif
      13. Tersedianya koperasi karyawan yang dapat memberi nilai ekonomi bagi universitas.
      14. Jumlah pustaka buku yang dimiliki (% dari jumlah mahasiswa)
      15. Persentase jumlah jurnal nasioal terakreditasi sesuai bidang ilmu yang dimiliki dari jumlah Program Studi
      16. Persentase jumlah jurnal internasional sesuai bidang ilmu yang dimiliki dari jumlah Program Studi.
      17. Persentase jumlah proceeding sesuai bidang ilmu yang dimiliki dari jumlah Program Studi
      18. Persentase pustaka dalam digital library (% dari jumlah mahasiswa)
      19. Penurunan temuan audit baik dalam hal jumlah maupun nilai
      20. Standar penganggaran, ketentuan kegiatan akademik, dan pengelolaan keuangan dengan sistem sentralisasi.
      21. Persentase pendapatan keuangan dari unit usaha per tahun.
      22. Persentase pendapatan keuangan dari sumber lain (hibah) per tahun
      23. Persentase perolehan dana penelitian dari Institusi/Luar Institusi (2,5 Juta/dosen)
      24. Persentase perolehan dana pengabdian masyarakat dari Institusi/Luar Institusi (1,5 Juta/dosen)

 

4.8 Sasaran 8: Tercapainya peningkatan mutu tata kelola (good governance) dalam sistem manajemen mutu

 

Indikator :

      1. Persentase jumlah program studi/biro yang diaudit.
      2. Jumlah standard operational procedure dengan sistem monitoring dan evaluasi.
      3. Laporan evaluasi diri program studi tiap tahun.
      4. Rencana strategi fakultas/ program studi.
      5. Rencana operasional Fakultas/Program Studi
      6. Laporan kinerja program studi dan fakultas/biro tiap tahun.
      7. Tersusunnya instrumen penilaian kinerja (standar pelayanan minimum) dan standar analisis biaya.
      8. Tersusun dan terintegrasinya sistem informasi keuangan (SIMKEU), SIM Anggaran, SIM Aset, SIM Gedung dan ruangan, SIM Kepegawaian berbasis kinerja.
      9. Indeks kepuasan dosen dan tenaga kependidikan atas pelayanan kepegawaian.
      10. Indeks kepuasan dosen dan tenaga kependidikan atas pelayanan keuangan.
      11. Indeks kepuasan dosen dan tenaga kependidikan atas pelayanan umum.

 

 

 

 

 

 

 

5

PENUTUP

 

 

Rencana strategis 2013-2017 merupakan dasar pembuatan rencana operasional tahun 2013-2017, arah kebijakan umum rektor/pimpinan, rencana kerja tahunan, rencana kegiatan dan anggaran tahunan universitas pada tingkat universitas maupun unit pelaksana. Semua rencana universitas yang masih belum sesuai dengan rencana strategis harus diselaraskan.

Dalam kondisi atau keadaan terjadi perubahan lingkungan strategis di luar prediksi sehingga rencana strategis menghadapi kendala dalam implementasinya, maka dapat dilakukan perubahan atas inisiatif pimpinan universitas, yang dimintakan pertimbangan kepada Senat Universitas dan Badan Pembina Harian UMSurabaya.

Demikian penyusunan rencana strategi dengan segala keterbatasan, hanya kesungguhan, komitmen adalah modal untuk tercapainya rencana strategis menuju universitas unggul di bidang intelektualitas, moralitas dan berjiwa entrepreneur.